Friday, November 6, 2009
Thursday, October 22, 2009
Tuesday, October 20, 2009
Thursday, August 13, 2009
Saturday, July 18, 2009
finally....
He said goodbye.
Sad, but that's the way it is.
What had happened between him and me, shouldn't be happened actually.
But, what the heck, it was great indeed.
Hate?
No, i can not hate him.
He has been a great best friend for me.
I fall in love with him, actually.
One thing for sure. I feel regret, deeply.
My sacrifice for losing my boy friend, it was useless.
That is a risk i have to take.
And i feel guilty for it.
Well, life's must go on.
But i think i can't do that, if he doesn't stay away for me.
Now, i beg you, dear.
PLEASE STAY AWAY AND DON'T LOOK FOR ME.
So very sorry to say this to you.
Hope you'll understand.
GOODBYE for GOOD.
Sad, but that's the way it is.
What had happened between him and me, shouldn't be happened actually.
But, what the heck, it was great indeed.
Hate?
No, i can not hate him.
He has been a great best friend for me.
I fall in love with him, actually.
One thing for sure. I feel regret, deeply.
My sacrifice for losing my boy friend, it was useless.
That is a risk i have to take.
And i feel guilty for it.
Well, life's must go on.
But i think i can't do that, if he doesn't stay away for me.
Now, i beg you, dear.
PLEASE STAY AWAY AND DON'T LOOK FOR ME.
So very sorry to say this to you.
Hope you'll understand.
GOODBYE for GOOD.
Sunday, July 12, 2009
sakit....... oooh :p
Hmpf.. dah lama banget yah gw ga apdet nih blog, got sum reasons sih.. :
1. lagi ga mood curhat2 di dunia maya
2. belum ada inspirasi yang bikin gw pengen nge-blog lagi
3. si Ceru sempet di sita sama nyokap gara2 masalah perjodohan yang memusingkan (cari aja hubungannya sendiri yak hehehehe..)
4. lupa password ke ke ke...
Anyhoo, minggu lalu gw baru aja keluar dari rumah sakit krn sakit *yaeyalah... masa' gw iseng doang ;p* di RS International Bintaro for exact.
Awalnya, 2 minggu lalu gw pergi ke Carita sama temen2 dari Depok, buat refreshing. Semangad banget deh gw waktu itu untuk bersenang2 sama temen2 gw, kita pergi 2 hari, 27-28 Juni (sabtu-minggu gitu lah). Seruuuuuuuuuuuuuu…!!!!!! Banget (^_^)y…
Hari Senin-nya….. eng..ing..eng… badan gw ga enaaaak banget, pegel2nya najong banged deh, remmmuggh banget! Berhubung gw closing akhir bulan di kantor, ga bisa cuti dong gw, lembur pula… 2 hari deh tuh ampe Selasa. Rabu-nya gw udah ga kuad sebenernya, cuma ada SBI jatuh tempo yang harus gw urusin, masuklah gw… Di kantor, gw udah pake masker, batuk2 and pilek yang parah, muntah2 ga brenti2, meriangnya gila banget. Udah gitu di kantor, AC lagi dingin banget, wah… unbelievable banget lah gw saat itu (halah… lebay :p)….. Kamis, gw tepar, ambruk, dirumah… bangun aja kagak bisa, baru Jum’at gw pergi ke dokter (sepupu gw sih) di Klinik Pondok Aren, trus cek darah di Prima Lab, Bintaro. Singkat cerita, dari hasil lab, gw kena gejala thypoid. Ya udin, di opname lah gw di RSIB… pertama masuk UGD, cek darah lagi, sambil nunggu kamar yang mau gw tempatin. 2 hari nginep di r.s, gw di observasi lagi, di roentgen dan cek USG.
Hasilnya, gw kena gejala thypoid aaaand gejala pankreasitis! Waks…. Apapula itu? Gw tanya dong ke dokter gw, Dr. Wardoyo, doi bilang pankreas gw kena infeksi, jadi that’s why gw sering muntah2 tanpa sebab. Beliau bilang sih karena makanan yang gw makan ga bersih… uhm, aneh. Karena gw biasanya klu makan cek2 dulu lah, apa ntu tempat makannya bersih ato ngga, lingkungannya bersih ato ngga dll lah, jarang2 ampir ga pernah gw kalap untuk makan tanpa liat2 tempat makannya.
Gw pikir2, bener juga sih, soale agak bisa dibilang gw cepet banget muntah, kadang2 without any reason…. Penyebab utama gw rasa sih karena stress kali ya, soale klu gw stress, tanda2 fisiknya itu, gw keringat dingin, pusing, mual, trus… puke ampe cakep :p
Makanan ga cocok juga gitu, pasti langsung ngacir ke toilet buat puke.
Well, setelah 5 hari gw di opname di r.s, pulanglah gw, dengan berbekal oleh2, obat2an, banyak banget kekekeke…. Cravit (antibiotik), Longatin (batuk), Aldisa SR (flu), sama Lapraz & Frazon (buat mual2). Untuk obat mual, itu manteps banget dah, minumnya sebelum dan sesudah makan, gw ga puke sama sekali, cuma efeknya, perut gw ga enak sama sekali, pup (sorry) gw ga lancar. Akhirnya gw berenti minum deh tuh, akibatnya gw puke mulu, abis makan, abis minum pun gw puke…..OMIGOD, cape sekali hiks...
Today, gw kontrol lagi ke RSIB sama Dr. Wardoyo… masih dapet obat2an yang sama, setelah gw protes ttg obat mualnya, dia bilang, klu ga mau minum, musti infus lagi, jiaaahhh….. opname lagi dong gw…. Males laaah, kagak betah banget, auranya ga bagus buat gw kekekee….. ya udin, terpaksa lah gw ikutin tuh kata dokter *sigh*
Iseng-iseng, gw googling lah ttg Pankreasitis, this is what I’ve got:
DEFINISI
Pankreasitis adalah suatu peradangan pada pankreas. Pankreas adalah suatu kelenjar yang besar dibelakang perut dan dekat pada usus duabelasjari (duodenum). Duodenum adalah bagian atas dari usus kecil. Pankreas mengeluarkan enzim-enzim pencernaan kedalam usus kecil melalui suatu pipa yang disebut saluran pankreas (pancreatic duct). Enzim-enzim ini membantu mencerna lemak-lemak, protein-protein, dan karbohidrat-karbohidrat dalam makanan. Pankreas juga mengeluarkan hormon-hormon insulin dan glukagon kedalam aliran darah. Hormon-hormon ini membantu tubuh menggunakan glukosa yang diambil dari makanan sebagai energi.
Secara normal, enzim-enzim pencernaan tidak menjadi aktif sampai mereka mencapai usus kecil, dimana mereka mulai mencerna makanan. Namun jika enzim-enzim ini menjadi aktif didalam pankreas, mereka mulai "mencerna" pankreas itu sendiri.
Pankreasitis akut terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung selama suatu periode waktu yang singkat dan umumnya hilang sendiri. Pankreasitis kronis tidak hilang sendiri dan berakibat pada suatu pengrusakkan/destruksi lambat dari pankreas. Kedua bentuk dapat menyebabkan komplikasi-komplikasi yang serius. Pada kasus-kasus berat, perdarahan, kerusakan jaringan, dan infeksi dapat terjadi. Pseudocysts, akumulasi-akumulasi cairan dan puing-puing jaringan , dapat juga berkembang. Dan enzim-enzim dan racun-racun dapat masuk kedalam aliran darah, melukai jantung, paru-paru, dan ginjal-ginjal, atau organ-organ lain.
PENYEBAB
Di Amerika Serikat, penyebab paling sering dari pankreatitis kronis adalah alkoholisme *dweeeenk…. I’m not a drinker laaah, just occasionally doang…. Sueeeerrr* .
Penyebab lainnya adalah faktor keturunan dan penyumbatan saluran pankreas yang disebabkan oleh penyempitan saluran atau kanker pankreas.
Pankreatitis akut jarang menyebabkan penyempitan pada saluran pankreas yang akan mengarah pada terjadinya pankreatitis kronis.
Pada banyak kasus, penyebab pankreatitis kronis tidak diketahui.
Di negara-negara tropis (Indonesia, India, Nigeria), pankreatitis kronis dengan sebab yang tidak diketahui yang terjadi pada anak-anak dan dewasa muda, bisa menyebabkan diabetes dan penumpukan kalsium di pankreas.
Gejala awalnya umumnya berasal dari diabetes.
GEJALA
Gejala pankreatitis kronis umumnya terbagi dalam dua pola.
Yang pertama, penderita mengalami nyeri perut bagian tengah yang menetap, yang beratnya bervariasi.
Yang kedua, penderita mengalami episode pankreatitis yang hilang timbul, dengan gejala yang mirip dengan pankreatitis akut ringan sampai sedang. Nyerinya kadang-kadang berat dan berlangsung selama beberapa jam atau beberapa hari.
Pada kedua pola tersebut, sejalan dengan perkembangan penyakitnya, sel-sel yang menghasilkan enzim pencernaan, secara perlahan mengalami kerusakan, sehingga akhirnya rasa nyeri tidak timbul.
Dengan menurunnya jumlah enzim pencernaan, makanan tidak diserap secara optimal, dan penderita akan mengeluarkan tinja yang banyak dan berbau busuk. Tinja bisa berwarna terang dan berminyak dan bahkan bisa mengandung tetesan-tetesan minyak.
Gangguan penyerapan juga menyebabkan turunnya berat badan.
Pada akhirnya sel penghasil insulin mungkin mengalami kerusakan dan secara perlahan akan menyebabkan kencing manis (diabetes).
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala atau adanya riwayat pankreatitis akut.
Pemeriksaan darah kurang bermanfaat dalam mendiagnosis pankreatitis kronis, tetapi bisa menunjukan adanya peningkatan kadar amilase dan lipase.
Pemeriksaan darah juga dapat digunakan untuk mengetahui kadar gula darah , yang mungkin akan meningkat.
Foto rontgen perut dan pemeriksaan USG bisa menunjukan adanya batu pada pankreas.
Endoskopi pankreatografi retrograd (tehnik sinar X yang memperlihatkan struktur dari saluran pankreas) bisa memperlihatkan saluran yang melebar, penyempitan saluran atau batu pada saluran.
CT scan bisa memperlihatkan adanya perubahan ukuran, bentuk dan tekstur dari pankreas.
PENGOBATAN
Selama suatu serangan, yang sangat penting adalah menghindari alkohol.
Menghindari semua makanan dan hanya menerima cairan melalui infus, dapat mengistirahatkan pankreas dan usus juga bisa mengurangi rasa nyeri.
Tetapi pereda nyeri golongan narkotik, masih sering diperlukan untuk mengurangi rasa nyeri.
Untuk mengurangi serangan, dianjurkan makan 4-5 kali/hari, yang mengandung sedikit lemak dan protein, dan banyak karbohidrat.
Alkohol harus tetap dihindari.
Bila sakit berlanjut, kemungkinan telah terjadi komplikasi, seperti masa peradangan di kepala pankreas atau suatu pseudokista.
Masa peradangan memerlukan terapi pembedahan.
Pseudokista yang menyebabkan nyeri sejalan dengan perkembangannya, mungkin harus menjalani dekompresi (pengurangan penekanan).
Bila penderita terus menerus merasakan nyeri dan tidak ada komplikasi, biasanya dokter menyuntikan penghambat nyeri ke saraf pankreas sehingga rangsangannya tidak sampai ke otak.
Bila cara ini gagal, mungkin diperlukan pembedahan.
Jika saluran pankreasnya melebar, pembuatan jalan pintas dari pankreas ke usus halus, akan mengurangi rasa nyeri pada sekitar 70-80% penderita.
Jika salurannya tidak melebar, sebagian dari pankreas mungkin harus diangkat.
Bila kepala pankreas terkena, bagian ini diangkat bersamaan dengan usus dua belas jari. Pembedahan ini dapat mengurangi nyeri pada 60-80% penderita.
Pada pecandu alkohol yang mengalami penyembuhan, pengangkatan sebagian pankreas dilakukan hanya pada mereka yang dapat mengatasi diabetes yang akan terjadi setelah pembedahan.
Dengan meminum tablet atau kapsul yang mengandung ekstrak enzim pankreas pada saat makan, dapat membuat tinja menjadi kurang berlemak dan memperbaiki penyerapan makanan, tapi masalah ini jarang dapat teratasi.
Bila perlu, larutan antasid atau penghambat H2 dapat diminum bersamaan dengan enzim pankreas.
Dengan pengobatan tersebut, berat badan penderita biasanya akan meningkat, buang air besarnya menjadi lebih jarang, tidak lagi terdapat tetesan minyak pada tinjanya dan secara umum akan merasa lebih baik.
Jika pengobatan diatas tidak efektif, penderita dapat mencoba mengurangi asupan lemak.
Mungkin juga dibutuhkan tambahan vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E dan K).
Maaak…. Ampun ddeeeh… semoga aja lah gw bisa sembuh, sakit tuh ga enak banget :(
Well y’all, semoga berguna yats, informasi ini buat kalian…
Cheers….
1. lagi ga mood curhat2 di dunia maya
2. belum ada inspirasi yang bikin gw pengen nge-blog lagi
3. si Ceru sempet di sita sama nyokap gara2 masalah perjodohan yang memusingkan (cari aja hubungannya sendiri yak hehehehe..)
4. lupa password ke ke ke...
Anyhoo, minggu lalu gw baru aja keluar dari rumah sakit krn sakit *yaeyalah... masa' gw iseng doang ;p* di RS International Bintaro for exact.
Awalnya, 2 minggu lalu gw pergi ke Carita sama temen2 dari Depok, buat refreshing. Semangad banget deh gw waktu itu untuk bersenang2 sama temen2 gw, kita pergi 2 hari, 27-28 Juni (sabtu-minggu gitu lah). Seruuuuuuuuuuuuuu…!!!!!! Banget (^_^)y…
Hari Senin-nya….. eng..ing..eng… badan gw ga enaaaak banget, pegel2nya najong banged deh, remmmuggh banget! Berhubung gw closing akhir bulan di kantor, ga bisa cuti dong gw, lembur pula… 2 hari deh tuh ampe Selasa. Rabu-nya gw udah ga kuad sebenernya, cuma ada SBI jatuh tempo yang harus gw urusin, masuklah gw… Di kantor, gw udah pake masker, batuk2 and pilek yang parah, muntah2 ga brenti2, meriangnya gila banget. Udah gitu di kantor, AC lagi dingin banget, wah… unbelievable banget lah gw saat itu (halah… lebay :p)….. Kamis, gw tepar, ambruk, dirumah… bangun aja kagak bisa, baru Jum’at gw pergi ke dokter (sepupu gw sih) di Klinik Pondok Aren, trus cek darah di Prima Lab, Bintaro. Singkat cerita, dari hasil lab, gw kena gejala thypoid. Ya udin, di opname lah gw di RSIB… pertama masuk UGD, cek darah lagi, sambil nunggu kamar yang mau gw tempatin. 2 hari nginep di r.s, gw di observasi lagi, di roentgen dan cek USG.
Hasilnya, gw kena gejala thypoid aaaand gejala pankreasitis! Waks…. Apapula itu? Gw tanya dong ke dokter gw, Dr. Wardoyo, doi bilang pankreas gw kena infeksi, jadi that’s why gw sering muntah2 tanpa sebab. Beliau bilang sih karena makanan yang gw makan ga bersih… uhm, aneh. Karena gw biasanya klu makan cek2 dulu lah, apa ntu tempat makannya bersih ato ngga, lingkungannya bersih ato ngga dll lah, jarang2 ampir ga pernah gw kalap untuk makan tanpa liat2 tempat makannya.
Gw pikir2, bener juga sih, soale agak bisa dibilang gw cepet banget muntah, kadang2 without any reason…. Penyebab utama gw rasa sih karena stress kali ya, soale klu gw stress, tanda2 fisiknya itu, gw keringat dingin, pusing, mual, trus… puke ampe cakep :p
Makanan ga cocok juga gitu, pasti langsung ngacir ke toilet buat puke.
Well, setelah 5 hari gw di opname di r.s, pulanglah gw, dengan berbekal oleh2, obat2an, banyak banget kekekeke…. Cravit (antibiotik), Longatin (batuk), Aldisa SR (flu), sama Lapraz & Frazon (buat mual2). Untuk obat mual, itu manteps banget dah, minumnya sebelum dan sesudah makan, gw ga puke sama sekali, cuma efeknya, perut gw ga enak sama sekali, pup (sorry) gw ga lancar. Akhirnya gw berenti minum deh tuh, akibatnya gw puke mulu, abis makan, abis minum pun gw puke…..OMIGOD, cape sekali hiks...
Today, gw kontrol lagi ke RSIB sama Dr. Wardoyo… masih dapet obat2an yang sama, setelah gw protes ttg obat mualnya, dia bilang, klu ga mau minum, musti infus lagi, jiaaahhh….. opname lagi dong gw…. Males laaah, kagak betah banget, auranya ga bagus buat gw kekekee….. ya udin, terpaksa lah gw ikutin tuh kata dokter *sigh*
Iseng-iseng, gw googling lah ttg Pankreasitis, this is what I’ve got:
DEFINISI
Pankreasitis adalah suatu peradangan pada pankreas. Pankreas adalah suatu kelenjar yang besar dibelakang perut dan dekat pada usus duabelasjari (duodenum). Duodenum adalah bagian atas dari usus kecil. Pankreas mengeluarkan enzim-enzim pencernaan kedalam usus kecil melalui suatu pipa yang disebut saluran pankreas (pancreatic duct). Enzim-enzim ini membantu mencerna lemak-lemak, protein-protein, dan karbohidrat-karbohidrat dalam makanan. Pankreas juga mengeluarkan hormon-hormon insulin dan glukagon kedalam aliran darah. Hormon-hormon ini membantu tubuh menggunakan glukosa yang diambil dari makanan sebagai energi.
Secara normal, enzim-enzim pencernaan tidak menjadi aktif sampai mereka mencapai usus kecil, dimana mereka mulai mencerna makanan. Namun jika enzim-enzim ini menjadi aktif didalam pankreas, mereka mulai "mencerna" pankreas itu sendiri.
Pankreasitis akut terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung selama suatu periode waktu yang singkat dan umumnya hilang sendiri. Pankreasitis kronis tidak hilang sendiri dan berakibat pada suatu pengrusakkan/destruksi lambat dari pankreas. Kedua bentuk dapat menyebabkan komplikasi-komplikasi yang serius. Pada kasus-kasus berat, perdarahan, kerusakan jaringan, dan infeksi dapat terjadi. Pseudocysts, akumulasi-akumulasi cairan dan puing-puing jaringan , dapat juga berkembang. Dan enzim-enzim dan racun-racun dapat masuk kedalam aliran darah, melukai jantung, paru-paru, dan ginjal-ginjal, atau organ-organ lain.
PENYEBAB
Di Amerika Serikat, penyebab paling sering dari pankreatitis kronis adalah alkoholisme *dweeeenk…. I’m not a drinker laaah, just occasionally doang…. Sueeeerrr* .
Penyebab lainnya adalah faktor keturunan dan penyumbatan saluran pankreas yang disebabkan oleh penyempitan saluran atau kanker pankreas.
Pankreatitis akut jarang menyebabkan penyempitan pada saluran pankreas yang akan mengarah pada terjadinya pankreatitis kronis.
Pada banyak kasus, penyebab pankreatitis kronis tidak diketahui.
Di negara-negara tropis (Indonesia, India, Nigeria), pankreatitis kronis dengan sebab yang tidak diketahui yang terjadi pada anak-anak dan dewasa muda, bisa menyebabkan diabetes dan penumpukan kalsium di pankreas.
Gejala awalnya umumnya berasal dari diabetes.
GEJALA
Gejala pankreatitis kronis umumnya terbagi dalam dua pola.
Yang pertama, penderita mengalami nyeri perut bagian tengah yang menetap, yang beratnya bervariasi.
Yang kedua, penderita mengalami episode pankreatitis yang hilang timbul, dengan gejala yang mirip dengan pankreatitis akut ringan sampai sedang. Nyerinya kadang-kadang berat dan berlangsung selama beberapa jam atau beberapa hari.
Pada kedua pola tersebut, sejalan dengan perkembangan penyakitnya, sel-sel yang menghasilkan enzim pencernaan, secara perlahan mengalami kerusakan, sehingga akhirnya rasa nyeri tidak timbul.
Dengan menurunnya jumlah enzim pencernaan, makanan tidak diserap secara optimal, dan penderita akan mengeluarkan tinja yang banyak dan berbau busuk. Tinja bisa berwarna terang dan berminyak dan bahkan bisa mengandung tetesan-tetesan minyak.
Gangguan penyerapan juga menyebabkan turunnya berat badan.
Pada akhirnya sel penghasil insulin mungkin mengalami kerusakan dan secara perlahan akan menyebabkan kencing manis (diabetes).
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala atau adanya riwayat pankreatitis akut.
Pemeriksaan darah kurang bermanfaat dalam mendiagnosis pankreatitis kronis, tetapi bisa menunjukan adanya peningkatan kadar amilase dan lipase.
Pemeriksaan darah juga dapat digunakan untuk mengetahui kadar gula darah , yang mungkin akan meningkat.
Foto rontgen perut dan pemeriksaan USG bisa menunjukan adanya batu pada pankreas.
Endoskopi pankreatografi retrograd (tehnik sinar X yang memperlihatkan struktur dari saluran pankreas) bisa memperlihatkan saluran yang melebar, penyempitan saluran atau batu pada saluran.
CT scan bisa memperlihatkan adanya perubahan ukuran, bentuk dan tekstur dari pankreas.
PENGOBATAN
Selama suatu serangan, yang sangat penting adalah menghindari alkohol.
Menghindari semua makanan dan hanya menerima cairan melalui infus, dapat mengistirahatkan pankreas dan usus juga bisa mengurangi rasa nyeri.
Tetapi pereda nyeri golongan narkotik, masih sering diperlukan untuk mengurangi rasa nyeri.
Untuk mengurangi serangan, dianjurkan makan 4-5 kali/hari, yang mengandung sedikit lemak dan protein, dan banyak karbohidrat.
Alkohol harus tetap dihindari.
Bila sakit berlanjut, kemungkinan telah terjadi komplikasi, seperti masa peradangan di kepala pankreas atau suatu pseudokista.
Masa peradangan memerlukan terapi pembedahan.
Pseudokista yang menyebabkan nyeri sejalan dengan perkembangannya, mungkin harus menjalani dekompresi (pengurangan penekanan).
Bila penderita terus menerus merasakan nyeri dan tidak ada komplikasi, biasanya dokter menyuntikan penghambat nyeri ke saraf pankreas sehingga rangsangannya tidak sampai ke otak.
Bila cara ini gagal, mungkin diperlukan pembedahan.
Jika saluran pankreasnya melebar, pembuatan jalan pintas dari pankreas ke usus halus, akan mengurangi rasa nyeri pada sekitar 70-80% penderita.
Jika salurannya tidak melebar, sebagian dari pankreas mungkin harus diangkat.
Bila kepala pankreas terkena, bagian ini diangkat bersamaan dengan usus dua belas jari. Pembedahan ini dapat mengurangi nyeri pada 60-80% penderita.
Pada pecandu alkohol yang mengalami penyembuhan, pengangkatan sebagian pankreas dilakukan hanya pada mereka yang dapat mengatasi diabetes yang akan terjadi setelah pembedahan.
Dengan meminum tablet atau kapsul yang mengandung ekstrak enzim pankreas pada saat makan, dapat membuat tinja menjadi kurang berlemak dan memperbaiki penyerapan makanan, tapi masalah ini jarang dapat teratasi.
Bila perlu, larutan antasid atau penghambat H2 dapat diminum bersamaan dengan enzim pankreas.
Dengan pengobatan tersebut, berat badan penderita biasanya akan meningkat, buang air besarnya menjadi lebih jarang, tidak lagi terdapat tetesan minyak pada tinjanya dan secara umum akan merasa lebih baik.
Jika pengobatan diatas tidak efektif, penderita dapat mencoba mengurangi asupan lemak.
Mungkin juga dibutuhkan tambahan vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E dan K).
Maaak…. Ampun ddeeeh… semoga aja lah gw bisa sembuh, sakit tuh ga enak banget :(
Well y’all, semoga berguna yats, informasi ini buat kalian…
Cheers….
Subscribe to:
Posts (Atom)